Yesus adalah Gembala Kita

Yesus menganalogikan dirinya sebagai gembala dan kita adalah dombanya. Karena itu Yesus memberikan teladan yang sempurna sebagai seorang gembala. Ia merawat dan memelihara domba-Nya dengan sepenuh hati, bahkan Ia rela mengorbankan nyawa-Nya demi domba-domba-Nya. Sedangkan domba sebagai analogi dari manusia adalah gambaran hewan yang lemah dan mudah tersesat. Karena itu kita sangat membutuhkan gembala untuk menjaga dan melindungi kita. Oleh sebab itu gembala harus mengenal dengan baik dombanya dan domba harus mengenal dengan baik gembalanya.

Sebagai gembala, Tuhan Yesus telah melakukan tugas-Nya dengan sempurna. Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah melakukan tugas kita sebagai dombanya? Sebagai domba yang mengenal gembalanya, kita harus tahu apa yang menjadi kesukaan dari gembala kita. Sebagai domba, kita juga harus mau menundukkan diri untuk dituntun oleh gembala kita agar tidak tersesat. Kita adalah kepunyaan-Nya. Karena itu, mari hidup taat dipimpin oleh-Nya, sebab Dia adalah gembala yang baik, yang tidak akan pernah membiarkan kita jatuh dan tersesat.

Akulah gembala yang baik, Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-dombaku mengenal Aku
Yohanes 10:10,14

Bagikan Artikel: