Yang Paling Terluka

Ketika kita memiliki teman baik dan sangat percaya kepadanya, maka kita akan bahagia juga bangga. Namun kita akan menjadi seseorang yang paling terluka kala teman kita menusuk dari belakang. Dia hanya berpura-pura baik untuk mengambil keuntungan dari kita.

Dan luka itu akan sulit untuk sembuh, terlebih rasa percaya kita terhadap teman yang baru. Kita menduga-duga yang buruk. Menganggap semua orang memiliki kelakuan yang sama.

Hal itu tidaklah baik. Luka itu yang kelak mengajari kita bagaimana cara untuk menghargai orang lain dan tidak membuatnya kecewa. Dan kita harus segera pulih dari luka hati dengan mengampuni.

Kita tidak bisa berkata kepada sesama ‘ampunilah’, bila kita sendiri gagal mengampuni. Kita juga tidak bisa menuntut untuk dikasihi bila kita sendiri sulit mengasihi.

Rumput di taman tetap bertumbuh subur dan berwarna hijau sekalipun diinjak-injak orang. Hendaklah kebaikan kita tidak menjadi pudar meski tidak seorang pun menghargainya.

Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

Roma 12:10

Bagikan Artikel: