Warga Negara

Sebagai orang percaya kita memiliki dua kewarganegaraan, yaitu warga negara Indonesia (bumi) dan warga negara Kerajaan Allah (sorga). Sebagai warga negara kita memiliki status, hak dan kewajiban. Sebagai warga negara Indonesia status kita diakui menurut undang-undang negara. Selanjutnya sebagai warga negara kita memiliki hak untuk menuntut ilmu, menggunakan fasilitas umum, memeluk agama sesuai dengan keyakinan, hak mengeluarkan pendapat dan hak-hak lainnya. Sebagai warga negara kita juga memiliki kewajiban yang harus dijalankan yaitu mematuhi dan melakukan peraturan perundang-undangan yang berlaku, membayar pajak, menjaga keamanan negara dan lainnya. Demikian halnya sebagai warga negara Kerajaan Allah kita memiliki status, hak dan kewajiban juga. Sebagai warna negara Kerajaan Allah, status kita adalah anak Allah, sahabat Allah, bangsa yang terpilih, imamat rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah dan status-status lainnya. Hak kita sebagai warga kerajaan Allah adalah mendapatkan jaminan keselamatan dan mendapatkan jaminan pemeliharaan Allah. Kemudian kewajiban kita sebagai warga negara Kerajaan Allah adalah mematuhi undang-undang dan peraturan Kerajaan Allah dan Hidup dalam kebenaran dan kekudusan Allah.

Setelah kita mengetahui bahwa kita memiliki dua kewarganegaraan. Apakah kita sudah menjadi warga negara yang baik? Sebagai orang yang percaya dan mengerti kebenaran, kita harus menjalankan kewajban kita dengan sepenuh hati kepada keduanya. Setelah kita menaati semua kewajiban kita sebagai warga negara yang baik, tentu negara akan memberikan apa yang telah menjadi hak kita. Jika negara Indonesia mampu memberi hak kepada warga negaranya, apalagi Raja kita yaitu Tuhan Yesus Kristus, Dia pasti akan memenuhi semua menjadi hak kita sebab Ia tidak pernah berhutang kepada anak-anak-Nya.

suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu
2 Tesalonika 1:5

Bagikan Artikel: