Upah Murah Hati

Seorang anak kecil membawa beberapa kantong kue untuk dijual. Kue itu buatan ibunya dan hasil dari penjualan itulah yang mereka gunakan untuk bertahan hidup. Namun anak itu sering membawa uang yang sedikit. Ibunya tidak memarahinya, melainkan memeluk dengan kasih.

Rupanya anak itu sering memberikan kue pada orang-orang yang lebih membutuhkan darinya. Dia dijuluki si murah hati, walau pada kenyataannya ia sendiri kekurangan. Kebaikan hatinya pun menyebar ke berbagai pelosok. Banyak orang yang kemudian mencarinya, mereka berlomba untuk membeli kue.

Dari kemurahan hati yang dimiliki, akhirnya ia menerima kemurahan dari Tuhan. Ia dan ibunya membuka toko kue dengan mempekerjakan beberapa pekerja. Dan hal itu membuatnya lebih bermurah hati.

Bermurah hatilah bila ingin Tuhan bermurah hati pada kita. Tolonglah sesama bila ingin Tuhan menolong kita. Kasihilah Tuhan melebihi hidupmu bila ingin Tuhan mengasihimu. Tidak ada yang tidak bisa Tuhan lakukan dalam hidup kita, terlebih bila kita mengorbankan apa yang kita miliki untuk Tuhan dan sesama.

Akan selalu ada upah bagi orang-orang yang bermurah hati. Dengan memberi, kita tidak akan berkekurangan. Dengan memberi maka kita akan semakin diberkati.

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Matius 5:7

Bagikan Artikel: