Ucapan Syukur adalah Bukti Kepercayaan Kita Kepada Allah

Mengucap syukur adalah ungkapan kepada Tuhan karena kita memiliki janji-Nya bahwa walaupun ada banyak kesusahan dan penderitaan yang kita alami. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah melupakan umat-Nya, baik dalam kesusahan atau penderitaan yang sedang dialami umat-Nya. Pemahaman yang benar dalam hal mengucap syukur adalah kita menyadari bahwa berkat Tuhan tidak bergantung kepada kemakmuran dan kekayaan kita. sebaliknya kadang-kadang kemakmuran dan kekayaan menjadi kutuk bagi kita, sama dengan bangsa Yehuda ketika mereka meninggalkan Tuhan ketika mereka hidup makmur. Sebaliknya ketika kita miskin, sakit atau sendirian hal itu tidak berarti Allah marah kepada kita atau Allah kurang mengasihi kita. Hal ini sangat jelas bahwa mengucap syukur tidak dipandang dari segi kekayaan, karena jika dipandang dari segi kekayaan dan kemakmuran, kita bisa saja melupakan Tuhan. Seseorang yang mengucap syukur karena ia menyadari bahwa berkat-berkat Tuhan yang ada pada dirinya, namun tidak bergantung kepada hartanya. Mengucap syukur juga sebagai bukti bahwa kita percaya bahwa Tuhan hadir dalam setiap pergumulan dan siap untuk menolong kita.

Sudahkah kita bersyukur hari ini? Atau kita malah bersungut-sungut  karena beban hidup dan persoalan seakan tidak mengizinkan kita untuk bersyukur. Hari ini mari kita ambil komitmen untuk selalu bersyukur kepada Tuhan dalam segala keadaan, bukan hanya dalam keadaan baik saja melainkan dalam keadaan yang tidak baik sekalipun. Karena kita percaya janji Allah atas umat-Nya atas hidup kita akan digenapi, dan Ia tidak akan pernah membiarkan kita bergumul sendiri. Percayalah ketika kita mengambil langkah untuk mengucap syukur, di sana Tuhan sediakan sukacita dan kekuatan untuk dapat menghadapi apapun.

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semua itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Kolose 3:17

Bagikan Artikel: