Tuhanlah Warisanku

Tuhanlah Warisanku
Tuhanlah Warisanku

Kita semua pasti pernah berada di persimpangan jalan, pastinya bukan di persimpangan jalan raya, melainkan persimpangan dalam kehidupan. Pada saat itu kita harus memutuskan jalan mana yang akan kita pilih. Kita mempunyai 2 jalan, yaitu jalan dunia yang menawarkan kemudahan dan kesuksesan atau jalan  Tuhan, yang teruji kasih setianya (tidak selalu terlihat jelas). Kita semua pasti akan mengalami situasi seperti itu, cepat atau lambat.

Pemazmur sudah melewati persimpangan jalan tersebut, ia sudah memilih jalan yang harus ia  tempuh. Suatu pilihan yang tetap, menurut keyakinan pemazmur karna ia tahu, yang jalannya ia pilih adalah Tuhan yang baik.

Tuhan lebih penting dari segala berkat-Nya. Bagi pemazmur, mendapat warisan Tuhan jauh lebih berharga daripada tanah warisan yang diperoleh suku-suku Israel setelah mengalahkan tanah Kanaan (Yosua 5-6). Pemazmur juga melihat kebaikan Tuhan yang dialami orang orang kudus, yang memberikan kesukaan bagi dirinya.

Memilih Tuhan berarti memilih jalan kehidupan. Ada kepastian hidup yang tidak sia-sia. Oleh karena pilihannya, pemazmur bertekad memuji Tuhan dan bersandar penuh kepada-Nya. Tuhan sudah berjanji dan Ia menepatinya. Ia berkuasa untuk memastikan pemeliharan-Nya terhadap orang yang telah memilih Dia. Godaan untuk memilih jalan yang ditawarkan dunia ini akan selalu ada, akan sangat terasa saat kita tidak dekat dengan-Nya, terlebih bila masalah yang tak habis-habis menerpa di kehidupan kita.

Saat seperti itulah, ingatlah akan Tuhan Yesus, bersama Dia, kita dapat yakin bahwa jalan yang kita pilih tidaklah keliru. Karya salib dan kebangkitan-Nya adalah kepastian pengampunan dosa dan hidup kekal bersama-Nya.

Bagikan Artikel: