Seringkali kita berada pada situasi yang seakan-akan tidak memberikan harapan untuk melihat masa depan. Semua terasa begitu sulit sehingga kita berpikir pesimis, hilang harapan dan mustahil untuk bangkit dari situasi tersebut. Dalam situasi demikian kita memerlukan pemulihan Tuhan. Ketika bangsa Israel di tawan di Babel, secara teori dan akal manisia, mereka tidak lagi memiliki harapan dan masa depan. Namun umat Israel mengalami pemulihan yang dikerjakan Tuhan, bukan karena kekuatan dan kehebatan bangsa itu, namun sungguh karena belaskasihan Tuhan atas umat-Nya.

Kita adalah umat Allah, artinya kita pun dapat mengalami pemulihan seperti yang dialami bangsa Israel ketika mereka ada dalam pembuangan. Tuhan sanggup memulihkan ekonomi kita, rumah tangga kita, kesehatan kita dan semua kesulitan yang kita alami. Ketika kita percaya kepada Tuhan, pemazmur berkata bahwa, “masa depan sungguh ada, dan harapan kita tidak akan hilang.” Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia. Teruslah percaya kepada Tuhan, nanti pertolongan-Nya diwaktu yang tepat dengan cara yang tepat.

“Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai.”
Mazmur 126:1-2a