Tuhan Tidak Pernah Memberi Kesialan

Tidak Ada Kesialan
Tidak Ada Kesialan

Seorang murid bertanya pada gurunya, “Guru kenapa hidup ini selalu banyak masalah? Saya selalu mengalami kesialan.” Guru menjawab, “Bukan hidup yang banyak masalah tapi pikiran kita yang bermasalah. Setiap kejadian dalam hidup itu sifatnya netral, pikiranlah yang menilai itu bermasalah atau menguntungkan. Contohnya, apakah hujan itu merupakan kesialan atau malah keuntungan?” Murid menjawab, “Bagiku kesialan, karena kalau naik motor dan lupa bawa jas hujan aku pasti basah kuyup.” Guru menimpali, “Lantas kalau hujan bagi tukang bakso dan tukang payung apakah itu kesialan? Yang menjadi masalah bukanlah kejadiannya melainkan cara berpikir kita.”

Kita pasti pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan dan cenderung menganggapnya sebagai kesialan. Namun percayalah, tidak ada yang namanya kesialan, semua itu mungkin hanyalah peristiwa yang terjadi di waktu yang kurang tepat. Namun kembali lagi pada pikiran kita, semua itu dipengaruhi bagaimana cara kita memandangnya. Ketika kita berprasangka baik maka hal-hal baiklah yang akan kita lihat di sepanjang waktu kehidupan kita, begitu juga sebaliknya jika kita berprasangka buruk. Karena itu perbaiki cara kita melihat masalah, agar kita tidak lagi menjumpai pengalaman negatif dan menganggapnya sebagai kesialan.

Setiap hari adalah hari baik yang dijadikan Tuhan dan setiap hari adalah kesempatan untuk menerima berkat yang baru. Sama seperti bangsa Israel yang selalu diberi yang baik oleh Tuhan. “Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi (Yos. 21:45).” Walaupun beberapa kali mereka harus menerima hukuman, namun itu karena perbuatan mereka sendiri yang sering kali menjauh dari Tuhan. Tuhan tidak memberi kita kesialan, hal buruk yang mungkin kita terima bisa jadi karena sikap kita sendiri atau ujian untuk menaikkan kita. Jika kita ingin mengubah konsep kesialan yang selama ini menguasai pikiran kita, maka pertama-tama ubahlah cara berpikir kita dan bagaimana sikap kita setiap hari. Pandanglah setiap hari yang datang sebagai berkat dan kesempatan yang baik. Maka apapun yang datang dan terjadi, kita masih dapat melihat peluang dan hal baik di dalamnya.

Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satu pun yang tidak dipenuhi.

Yosua 23:14

Bagikan Artikel: