Tuhan Tidak Memandang Kelemahan

Sewaktu kecil saya memiliki kelemahan dalam bidang olahraga di sekolah. Ketika berlari, saya selalu berada di baris paling akhir. Saya memang tidak memiliki ketahan fisik yang kuat seperti teman-teman yang lainnya. Kelemahan itulah yang membuat saya merasa malu, meskipun teman-teman tidak mengatakannya secara langsung bahwa saya lambat, namun dari sorot matanya sudah cukup mewakili.

Di dunia ini, kelemahan-kelemahan setiap manusia mungkin sering menjadi batu sandungan untuk menuju sukses. Banyak sekali orang yang meremehkan kelemahan sesamanya, bahkan seringkali menjadikannya depresi. Ketika mulut kita mengeluarkan kata-kata yang menghina orang lain, itu sama halnya kita telah “membunuh” mereka.

Setiap manusia tidak ada yang sempurna, pastilah memiliki kekurangan. Ada yang menyikapi kekurangan secara positif, ada juga yang negatif. Kita sebagai anak-anak Tuhan harus mampu menyikapi kekurangan yang kita miliki secara positif. Jadikan kekurangan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Melalui kekurangan pula kita akan mampu menggali potensi yang lain. Tuhan tidak menyediakan berkat pada satu sisi. Ada talenta-talenta tersembunyi yang harus kita temukan dan disanalah Tuhan mencurahkan berkat-Nya. Tuhan tidak pernah memandang kelemahan kita. Tuhan hanya melihat kesungguhan dan perjuangan kita. Andalkanlah Tuhan senantiasa maka kita akan melihat betapa besar kuasa-Nya.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

2 Korintus 12:9

Bagikan Artikel: