Tuhan tidak Memandang Hina Hati yang Remuk

Sudah menjadi hal biasa ketika manusia-manusia berjalan tidak pada jalan yang benar. Mereka seringkali melakukan hal-hal yang berseberangan dengan kehendak Allah. Bagi mereka, mematuhi perintah Allah hanya akan merugikan kehidupan mereka. Apakah kita juga termasuk pribadi yang demikian?

Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Tentunya kita pernah melakukan kesalahan yang melanggar kehendak Allah. Kita bertindak hanya untuk kepentingan diri sendiri tanpa menghiraukan larangan Tuhan. Barulah ketika hal buruk menimpa, kita meratap dalam penyesalan. Kita menjadi sadar bahwa menentang kehendak Allah akan berakhir dengan kekecewaan.

Di saat itulah kita merasa bahwa hidup kita begitu terpuruk. Mungkin kita telah kehilangan banyak hal dan penyesalan-penyesalan itu membuat hati kita remuk.

Ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah memandang hina hati kita yang remuk. Selalu ada hal baik yang bisa diambil dari suatu kejadian. Kita bisa merenungi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan kita. Datanglah pada Tuhan ketika hatimu begitu hancur. Serahkanlah hidupmu dan biarkan Tuhan memulihkan hidupmu.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Mazmur 51:19

Bagikan Artikel: