Tuhan Tetap Peduli

Allah yang menjadikan langit dan bumi dan segala isinya, tidak dilayani oleh tangan manusia, sebab Ia tidak kekurangan apa-apa. Dialah yang memberikan hidup dan napas kepada semua orang. Melalui ayat ini, kita dapat menemukan bahwa Allah tidak membutuhkan manusia. Sebab Allah tidak butuh apa-apa di luar diri-Nya, Allah tidak mempunyai kebutuhan dari manusia. Allah adalah pribadi yang independen, sedangkan manusia adalah pribadi yang dependen, yaitu membutuhkan orang lain.

Bukan berarti karena Allah tidak membutuhkan kita, Ia tidak mempedulikan kita, bahkan dikatakan dalam satu nats Alkitab bahwa Ia datang bukan untuk melayani bukan untuk dilayani. Bagaimana dengan kita? Seringkali kita menjadi begitu sombong hanya karena memiliki jabatan tinggi atau uang yang banyak. Kita merasa tidak membutuhkan siapa-siapa dan berlaku arogan di hadapan Tuhan juga manusia.

Saat kita menyadari posisi kita di hadapan Tuhan, maka kita akan mampu menempatkan Tuhan di atas segala aspek kehidupan kita. Sesungguhnya kita bukanlah siapa-siapa di hadapan Tuhan. Selain itu kita juga bisa memberikan porsi yang cukup atas peran orang lain dalam hidup kita.

Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
Kisah Para Rasul 17:24-25

Bagikan Artikel: