Tuhan Selalu Menunggu

Selalu Menunggu

Selalu Menunggu

Tidak ada seorang anak yang ingin dibuang hanya karena ia melakukan kesalahan. Namun, bagi orang-orang tua yang telah kehilangan kasih dalam hatinya, hal itu sangatlah mungkin untuk terjadi. Dia adalah Marry. Kedua orang tanya selalu bertengkar. Karena merasa tidak nyaman dengan pertengkaran orang tuanya, Marry yang saat itu masih berumur 10 tahun memutuskan untuk pergi dari rumah.

Sewaktu Marry kembali setelah menghilang 2 hari, ia disambut dengan sebuah pukulan oleh ayahnya, sementara ibunya melemparkan tas pakaian lalu mengusirnya. Marry hanya bisa menangis. Ia tak menyangka bahwa kepergiaannya selama 2 hari ke rumah temannya itu membuatnya tak bisa pulang ke rumah untuk selamanya. Sebuah kesalahan kecil yang ia lakukan berakibat fatal.

Begitu juga dengan dosa. Mungkin kita mengganggapkan sebagai suatu kesalahan kecil lalu kita melakukannya lagi dan lagi. Kita pun mulai terbiasa dengan dosa. Lama-lama kita mulai merasa kehilangan banyak berkat. Hidup kita menjadi berantakan. Dan kita berpikir bahwa Tuhan telah “membuang” kita.

Bukan Tuhan yang meninggalkan kita, tapi kita yang menjauhi-Nya. Kita lebih memilih kesenangan dari pada menahan hawa nafsu. Kita lebih mencintai dosa dari pada rasa takut akan Tuhan. Berkat Tuhan tidak akan mengalir atas hidup orang-orang yang memeluk dosa. Berkat Tuhan ada jika kita mengasihi-Nya. Orang tua jasmani mungkin bisa meninggalkan kita, namun Tuhan akan selalu menunggu untuk kita kembali kepada-Nya. Tidak ada kesalahan yang tidak bisa Tuhan ampuni asalkan kita mau bertobat.

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Lukas 15:20

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose