Tuhan Menguatkan Jiwa-jiwa yang Rapuh

Jika kita melihat sebuah kapal pesiar yang begitu besar dan mewah, kita hanya bisa berdecak kagum kala kapal pesiar itu mengarungi lautan. Kapal yang tangguh dan kuat, mampu memecah ombak dan tidak mudah terombang-ambing.

Perhatikanlah lebih lagi, dimana kapal pesiar itu dibangun dengan menyatukan benda-benda yang seharusnya mudah tenggelam. Besi, baja, balok-balok yang berat dan masih banyak lagi material lainnya. Bila bagian-bagian itu diletakkan di atas air secara terpisah, maka perlahan akan tenggelam.

Hidup kita di tangan Tuhan serupa kapal pesiar. Hidup kita merupakan sekumpulan jiwa-jiwa yang rapuh, tenggelam dalam kekecewaan, terombang-ambing oleh penghianatan orang-orang yang kita cintai, dan dihantam persoalan yang tak kunjung berhenti.

Bila kita berfokus pada kerapuhan hidup, maka kita tidak akan bisa bertahan. Kita akan semakin tenggelam dalam kepedihan dan rasa frustasi akan membuat hati kita semakin menjauh dari Tuhan. Namun saat kita percaya kepada Tuhan, kita akan melihat kebaikan Tuhan secara menyeluruh.

Segala sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita pastilah membawa kebaikan. Tuhan akan menyatukan bagian-bagian hidup kita yang rapuh dan mengubahnya menjadi kekuatan sehingga kita mampu bertahan mengarungi badai kehidupan.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

2 Korintus 12:9

Bagikan Artikel: