Tidak Sempurna Tetapi Dikasihi

Tidak Sempurna
Tidak Sempurna

Menurut hukum Israel, orang yang sakit kusta dianggap najis dan akan dikucilkan dalam masyarakat. Jangankan menyentuh, untuk mendekat saja kebanyakan orang enggan melakukannya. Selain itu, mereka juga tidak diperbolehkan masuk ke bait Allah untuk beribadah. Saat itu Yesus berada di sebuah kota ketika seorang kusta datang bersujud pada-Nya sambil memohon kesembuhan. Bukan menghindar seperti kebanyakan orang, Yesus justru menyentuh orang itu dengan belas kasihan dan menyembuhkannya.

Kedatangan Yesus ke dalam dunia membawa perubahan yang besar. Orang-orang yang tadinya ditolak dan dikucilkan, akan diubah menjadi layak dihadapan-Nya. Tuhan menerima sepenuhnya orang-orang yang penuh kekurangan dan tidak sempurna. Walau dunia melihat rupa, namun Tuhan memandang kita sampai ke dalam hati. Ia memandang hidup kita jauh melebihi semua orang yang terdekat sekalipun.

Dalam ketidaksempurnaan kita, Allah menunjukkan kasih-Nya yang sangat besar, melalui pengorbanan Kristus di kayu salib untuk kita orang berdosa. Kasih itu sanggup memulihkan kembali hidup yang hancur dan menguatkan hidup yang tidak sempurna. Di tengah situasi sulit yang kita hadapi, kita perlu terus percaya akan kasih-Nya yang tidak akan pernah berubah sejak dulu, kini, hingga nanti.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 3:16

Bagikan Artikel: