Tidak Mudah Terpancing

Tidak Mudah Terpancing
Tidak Mudah Terpancing

Memancing kepiting itu mudah, yaitu cukup dengan memancing kemarahannya. Kita hanya perlu mempersiapkan seutas tali yang diberi kerikil kecil sebagai pemberat lalu dikaitkan pada sebatang kayu. Kemudian tali itu didekatkan pada kepiting dan kerikilnya di senggol-senggolkan ke badan kepiting hingga kepitingnya marah. Kepiting memiliki sifat pemarah dan saat marah ia akan menjepit sesuatu yang dapat dijangkaunya, seperti tali tersebut dengan sangat kencang dan tidak akan mau dilepaskan.

Kemarahan bisa merusak hubungan dan menghancurkan hidup kita. Meluapkan emosi dalam kemarahan seringkali justru semakin memperbesar masalah dan akan menimbulkan penyesalan dikemudian hari. Cobalah untuk menghindari dan tidak mudah terpancing agar kita tidak terperangkap dalam kemarahan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Seorang yang bijaksana melihat situasi dan kondisi dengan penuh perhitungan, mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus menahan kata, mengetahui apa yang boleh diucapkan dan tidak boleh diucapkan, dan tidak akan memakai kekerasan baik dalam bentuk verbal maupun fisik. Dalam Amsal 21:19 dikatakan: “Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.” Tidak ada yang menyukai orang yang emosian dan cepat meledak kemarahannya, tetapi orang yang sabar dan pengertian akan dipuji dan dihargai.

Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Amsal 14:29

Bagikan Artikel: