Tidak Memandang Muka

Memandang muka artinya menilai seseorang berdasarkan apa yang dimilikinya atau apa yang dapat dilihatnya, memberikan perhatian khusus terhadap orang tertentu karena kekayaan, fisik atau kedudukan seseorang itu membuat perbandingan dan perbedaan antara seseorang dengan orang lain; kaya-miskin, cantik-jelek, pintar-bodoh. Mengapa kita tidak boleh memandang muka? Karena memandang muka adalah dosa. Dosa adalah pelanggaran hukum Allah, dosa adalah melawan firman dan kehendak Allah. Karena memandang muka adalah dosa, maka Allah tidak menghendakinya. Memandang muka berarti melanggar hukum kasih. Hukum kasih itu: mengasihi orang lain seperti diri sendiri, menganggap orang lain lebih utama. Kemudian memandang muka sama artinya kita menghakimi. Sesungguhnya kita tidak boleh menghakimi siapapun karena kita juga memiliki kesalahan, hanya Allah yang patut menghakimi, sebab Dia tidak pernah bersalah. Itulah mengapa kita tidak boleh memandang muka.

Karena itu mari kita tidak lagi memandang seseorang dengan pandangan yang salah. Mari kita saling menghargai seperti Allah memandang kita. Mari kita menghargai setiap orang tanpa melihat fisik, pangkat, kedudukan dan kekayaannya, karena Tuhan sudah menciptakan semua orang berharga di mata-Nya. kita sama-sama diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, kita ini sama-sama ciptaan Allah yang mulia, dan Ia rela mati bagi kita semua. Artinya semua manusia berharga di mata Tuhan. Itulah sebabnya jangan lagi memandang muka.

Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia,  dan Aku ini mengasihi  engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.
Yesaya 43:4

Bagikan Artikel: