Tidak Kekal

Tidak Kekal

Tidak Kekal

Ada satu keluarga yang begitu senang karena hendak berpergian keluar negeri. Mereka telah menyiapkan dana yang besar untuk menunjang kebahagiaan. Selama dalam perjalanan, mereka makan enak dan berkunjung ke tempat-tempat luar biasa. Setelah dua minggu berlalu, mereka kembali ke rumah dan melakukan aktifitas seperti sedia kala.

Senikmat-nikmatnya yang ditawarkan oleh dunia, tidaklah bersifat kekal. Selalu ada masa di mana kita bisa merasakan kenikmatan itu dan mau tidak mau kita harus bisa menerima keadaan seperti sebelumnya. Demikian juga dengan orang-orang yang begitu giat mengumpulkan uang yang pada akhirnya menomorduakan Tuhan.

Apa yang kita kejar di dunia ini tidaklah kekal, sebab apa yang ada di dunia ini bisa lenyap. Maka dari itu kejarlah kerajaan sorga dan kebenarannya. Berlomba-lombalah untuk bisa menjadi anak Tuhan yang baik. Apa yang telah Tuhan janjikan setelah kematian adalah kekal adanya. Lantas, mengapa kita mengutamakan dunia?

Sebab ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian dan gegat akan memakan mereka seperti memakan kain bulu domba; tetapi keselamatan yang dari pada-Ku akan tetap untuk selama-lamanya dan kelepasan yang Kuberikan akan lanjut dari keturunan kepada keturunan.

Yesaya 51:8

Bagikan Artikel Ini :

Tags: ,

You might also likeclose