Tidak Diragukan

Tidak Diragukan

Tidak Diragukan

Pagi itu ibu mengajak saya berbelanja buah di pasar. di antara banyaknya penjual di sana, ibu sama sekali tidak menoleh bakan menghampiri mereka. Ibu tetap berjalan hingga tiba di penjual paling ujung. Saya bertanya pada ibu mengapa tidak mencoba membeli di penjual lain yang buahnya terlihat sama bagusnya.

Rupanya ibu sudah pernah membeli buah di penjual yang lain dan pada akhirnya hanya percaya pada penjual buah paling ujung. Alasan ibu adalah tidak ada buah yang kualitasnya sebaik penjual langganannya. Kebanyakan penjual buah menipu, dengan timbangan yang curang, atau rasa yang tidak semanis sewaktu ditawarkan.

Penjual buah langganan ibu ternyata selalu mengatakan kondidi buah yang ditawarkan dengan apa adanya. Ketika kualitas buahnya memang bagus, ya itu yang dikatakan. Sebaliknya ketika buahnya tidak bagus, penjual itu tetap tidak mau berbohong. Rupanya bukan hanya ibu saja yang membeli buah pada penjual itu namun ada banyak pembeli yang juga percaya kepadanya.

Sikap hidup yang apa adanya akan membuat orang lain tidak lagi meragukan kita. Orang yang selalu dicari adalah orang yang berani untuk jujur, yang perkataannya mendamaikan hati dan sikapnya yang lemah lembut. Orang-orang yang demikian tidak akan pernah memiliki semua sifat itu jika tidak hidup dekat dengan Tuhan. Sudahkah kita menjadi pribadi yang tidak diragukan oleh sesama dan juga Tuhan?

Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.

Amsal 28:20

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose