Tidak Ada Seorang Istri yang Buruk

Di sore hari ketika menunggu keponakan pulang les, saya memutuskan untuk duduk di sebuah cafe dan membeli secangkir teh hangat. Sebenarnya saya tidak sedang mencuri dengar, hanya saja seorang wanita yang duduk di belakang saya berbicara dengan suara keras.

“Saya sudah bekerja dengan sangat keras setiap hari. Dari bangun lebih pagi, menyiapkan sarapan, menyiapkan baju suami dan anak-anak, mencuci piring juga baju-baju mereka yang bertumpuk-tumpuk, menyapu rumah, membereskan mainan, lalu memasak lagi, menyiapkan baju ganti saat mereka pulang, mencuci piring lagi, membantu anak-anak mengerjakan PR, memastikan anak-anak tidur, dan bahkan hampir tak ada waktu untuk beristirahat. Namun suami saya masih terus menyalahkan saya. Dia katakan saya tidak becus mengurus rumah. Semakin hari anak-anak semakin nakal. Dan dia juga sering mengomentari penampilan saya yang buruk. Lalu saya harus bagaimana? Saya sudah sangat lelah namun masih tidak dihargai. Apakah harus bercerai?”

Tidak ada seorang istri yang buruk. Tidak ada istri yang tidak becus. Mungkin pekerjaan istri terlihat mudah di mata suami, namun suami belum tentu bisa mengerjakan semua pekerjaan istri.

Hubungan rumah tangga yang sehat adalah yang mau menghargai segala hasil kerja keras yang dilakukan suami/istri tanpa saling menyalahkan.

HARGAILAH ISTRIMU JIKA MASIH INGIN MELIHATNYA BERADA DI SAMPINGMU

Bagikan Artikel Ini :

Tags:

You might also likeclose