Tidak Ada Ruang Bagi Allah

Berdoa seharusnya menenangkan dan mendatangkan kedamaian dalam hati seseorang. Namun seringkali kita tidak mendapatkan ketenangan. Seringkali kita menghadap Tuhan dengan sakit hati atau masih dikuasai oleh amarah. Hal ini sama seperti ketika kita datang kepada teman karib kita, dengan rasa frustasi dan amarah yang meledak-ledak. Kita menumpahkan segalanya kepada sahabat kita. Ia mungkin tidak akan mengatakan apa-apa karena ia melihat kita terlalu dikendalikan perasaan sehingga tidak ada kesempatan baginya untuk memberikan pendapat atau saran. Begitu juga dengan Allah.

Itulah sebabnya kita tidak boleh datang berdoa kepada Allah dengan sakit hati dan amarah atau ketika kita masih menggerutu dengan semua keadaan yang menimpa kita. Bila kita berdoa dengan rasa kesal, tidak ada ruang bagi Allah untuk memberikan nasihat dan menentramkan hati kita. Itulah sebabnya kenapa firman Allah mengatakan bahwa kita harus berdamai dengan musuh-musuh kita. Kesadaran kita harus jernih sebelum menghadap Allah.

Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
1Timotius 2:8

 

 

Bagikan Artikel: