Tetaplah Menabur Kebaikan Dimanapun Berada

Ada seorang pemuda yang saat itu sedang mencari pekerjaan. Ketika berjalan melewati dua pengemis, ia memberi masing-masing pengemis itu sebuah roti. Pengemis pertama mencibirnya, sedangkan pengemis kedua sangat bersyukur.

Pemuda itu tidak menjadi sakit hati karena cibiran, ia terus memberi mereka roti ketika melewatinya. Pengemis kedua pun selalu mendoakan pemuda itu.

Sampai akhirnya pemuda itu diterima bekerja di salah satu perusahaan besar. Pimpinan perusahaan itu berkata, “Aku selalu melihatmu memberi roti kepada kedua pengemis, kebetulan restoran favoritku berada di seberang pengemis-pengemis itu duduk. Meskipun salah satu di antara mereka tidak menyukaimu, namun kamu masih tetap memberi. Dan saat aku melihat surat lamaranmu di perusahaanku, aku langsung menerimamu. Aku tahu kamu orang yang tulus.”

Terkadang saat ada orang-orang yang tidak menerima kebaikan kita, langkah yang kita ambil adalah menghindari mereka. Jangan batasi kebaikan hanya karena penolakan dari orang lain. Teruslah berbuat baik dimanapun kita berada. Seperti tetes embun yang mampu melobangi batu. Seperti itulah kebaikan yang kelak akan meluluhkan hati-hati yang keras. Dan saat kita tidak berhenti berbuat baik, Tuhan juga tidak akan menghentikan aliran berkat-Nya untuk kita.

Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.

Amsal 3:27

Bagikan Artikel: