Tetap Mengasihi Meskipun Terluka

Setiap manusia memiliki hati juga jiwa dengan beban dan tanggungan yang berbeda-beda. Mungkin saat ini ada yang berjalan sambil menangis, ada yang merasa letih, ada yang kecewa, ada yang frustasi, putus asa dan hal-hal lain yang tak mampu diungkapkan.

Akan sangat sulit bagi seseorang untuk mengasihi orang lain, sementara dirinya sendiri sangat menderita. Bagaimana dia bisa memberikan sepotong roti kepada orang lain, sedangkan dirinya sudah berhari-hari tidak makan.

Mari kita tengok kembali kisah janda Sarfat di mana ia harus memberi dalam keterbatasannya. Sekalipun janda itu harus memberi satu-satunya bekal makanannya, ia tak sampai menderita kelaparan. Tuhan memeliharanya, Tuhan mengadakan mujizat di dalam rumahnya.

Mari belajar untuk mengasihi sesama meskipun kita harus terluka. Jika Tuhan memintamu untuk memberi, maka memberilah. Jika Tuhan memintamu untuk mengampuni, maka ampunilah. Jika Tuhan memintamu untuk bersabar, maka bersabarlah. Jika Tuhan memintamu untuk percaya, maka percayalah. Ketika kamu taat, kamu akan melihat pemeliharaan Tuhan yang luar biasa dalam hidupmu.

Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

1 Petrus 1:22

Bagikan Artikel: