Terang dan Garam

Menjadi terang berarti memberikan radiasi atau pengaruh tanpa menggunakan media apa pun. Artinya hanya dengan menjalani hidup secara jujur dan terbuka kita dapat memancarkan terang Tuhan Yesus di sekitar kita. Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana hidup kita, bisakah orang-orang mengenal Tuhan Yesus lewat keseharian kita. Jika terang lebih bersikap pasif maka garam bersifat sangat aktif. Jika ada suatu sumber terang kita dapat mengetahuinya dengan mudah dan kita dapat menghindarinya.

Namun berlawanan dengan garam. Kita akan dengan sangat mudah mengidentifikasi apakah masakan tersebut diberi garam atau tidak, tetapi kita tidak dapat melihat garamnya di mana. Kita bisa merasakannya, tidak tidak dapat menghindari rasa asin tersebut. Demikiannya seharusnya orang Kristen. Artinya bahwa terlihat atau pun tidak kehadiran kita dapat memberi pengaruh terhadap orang-orang disekeliling kita. Jika mereka tidak memandang siapa diri kita, mereka dapat memandang tindakan kita, meskipun kita tidak dipandang namun pengaruh atau dampak dari kehadiran kita dapat dirasakan.

Karena itu tetap menjadi terang dan garam Allah. Jangan pernah kecewa jika keberadaan kita saat ini tidak dihargai atau dihormati, tetaplah lakukan yang terbaik, meskipun mereka tidak memandang kita mereka dapat melihat perbuatan nyata kita. Kiranya dengan perbuatan yang kita lakukan dapat memberikan pengaruh yang baik untuk orang-orang yang melihatnya.

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Matius 5:13-14 (TB) 

Bagikan Artikel: