Tentang Hujan dan Kehidupan

Ada orang yang menantikan hujan, ada pula yang membenci hujan. Para petani yang tanah sawahnya kering, sangat berharap hujan turun. Sementara para nelayan yang menjemur ikan, tidak pernah menginginkan hujan turun untuk sementara waktu. Hujan selalu memiliki cerita yang berbeda pada setiap manusia.

Dalam kehidupan, hujan kerap diibaratkan sebagai air mata. Ada air mata bahagia, ada air mata kepedihan. Air mata seringkali mengajarkan kepada kita untuk bisa menerima segala situasi dengan hati yang rela. Air mata tidak berakhir di pipi. Air mata akan jatuh ke tanah lalu menguap di telan udara. Begitu juga dengan duka, jangan berlama-lama menyimpannya. Relakan saja maka akan segera hilang dari hati sehingga kita bisa kembali bersukacita.

Bagikan Artikel: