Tempat Terburuk

Tempat Terburuk
Tempat Terburuk

Siapa yang ingin ditempatkan di lingkungan atau situasi yang buruk? Adakah yang secara suka rela meninggalkan tempatnya yang nyaman kemudian berpindah pada tempat yang bertolak belakang? Di bawah ini ada sebuah kisah yang menggambarkan pertanyaan di atas.

Ada seorang anak muda yang setiap harinya hidup dalam kemewahan. Pemuda itu hampir tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Meskipun ia orang berada, ia tidak sombong. Tiba-tiba ketika bangun dari tidurnya, ia sudah berada di sebuah tempat kumuh yang penuh dengan sampah.

Setelah ia selidiki, rupanya saudara tirinya yang telah membuangnya agar mendapatkan seluruh kekayaan yang seharusnya diwariskan kepada pemuda itu. Hati pemuda itu menjadi sangat hancur. Ia tinggal sendirian dan menjadi kesepian. Untuk mencari makan, ia harus berusaha dengan kekuatannya.

Kemudian ia berpikir, apa yang bisa ia hasilkan dari tumpukan sampah ini. Ia mulai memisahkan sampah-sampah yang bisa ia daur ulang. Kemudian ia mulai membuat sesuai dari sampah-sampah itu. Kreasi dijual di pinggir jalan dan kebetulan ada seorang pengusaha yang tertarik. Pengusaha itu memesan kembali dalam jumlah banyak.

Ada terobosan untuk pemukiman kumuh. Semua warganya ia ajarkan untuk bisa mengolah sampah dan mendaur-ulangnya. Pemukiman itu sekarang menjadi bersih juga warganya sangat terbantu dalam hal ekonomi. Pemuda itu telah mendatangkan hal baik. Dari apa yang sebelumnya tidak diingini menjadi berkat bagi banyak orang.

Saat ini mungkin kita berada dalam situasi atau tempat yang kita rasa salah. Bisa jadi ada orang-orang yang sengaja menyingkirkan kita. Tapi di mana pun kita berada, Tuhan selalu punya rencana indah. Jangan takut bila kita “dilempar” oleh orang lain, sebab Tuhan akan mengubahnya menjadi berkat.

Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi TUHAN menolong aku.

Mazmur 118:13

Bagikan Artikel: