Tegas tanpa Menindas

Tegas Tanpa Menindas
Tegas Tanpa Menindas

Dalam sejarah perjalanan bangsa Israel tak terhitung berapa banyak pertolongan Allah yang sudah diturunkan bagi mereka. Sejak mereka masih berada di Mesir, keluar dari Mesir, sampai ke tanah Kanaan, sampai kemudian semakin besar jumlahnya dan semakin tersebar. Berulang-ulang mereka berbuat dosa menjauh dari Allah, berulang-ulang juga Allah menarik mereka kembali, dengan hukuman dan pengampunan. Sikap Allah pada bangsa Israel menunjukkan kasih dan ketegasan. Bukan untuk menindas mereka melainkan untuk membawa kembali pada Allah.

Dalam Nahum 1:2 dikatakan: “TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya.” Tuhan itu panjang sabar dan berlimpah kasih setianya, namun Ia tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Kenyataan ini harusnya membuka hati dan pikiran kita untuk hidup lebih mengasihi Tuhan.

Sikap Allah pada kita juga terkadang akan tegas jika hal itu sudah menyangkut dosa dan menjauhkan kita dari kehendak-Nya. Allah tidak membiarkan kita terlalu jauh berjalan dalam keinginan kita sendiri. Namun Ia sekali-kali tidak akan menindas kita. Sikap Allah dalam ketegasan-Nya adalah pancaran kasih-Nya yang sering kita salah artikan. Ketegasan itu perlu agar kita lebih bertanggung jawab. Ketegasan itu perlu agar kita tidak mudah jatuh ke dalam pencobaan yang ada di sekitar kita.

TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.

Nahum 1:3

Bagikan Artikel: