Tangan yang Selalu Terbuka

Tangan yang Selalu Terbuka
Tangan yang Selalu Terbuka

Perumpamaan anak yang hilang bercerita tentang seorang bapa yang mempunyai dua orang anak. Suatu hari si bungsu meminta harta warisan yang menjadi bagiannya, kemudian dia pergi hidup berfoya-foya ke negeri yang jauh. Setelah uangnya habis, ia berencana pulang untuk menjadi pekerja bapanya. Dan ketika ia masih jauh, bapanya yang melihat langsung berlari mendapatkannya, lalu merangkul dan menciumnya. Dan segera memanggil pelayan-pelayannya untuk memberikan pakaian dan perhiasan terbaik, dan menyediakan jamuan pesta yang besar. Sebab kepulangan anak yang hilang tersebut membawa sukacita seperti yang tertulis dalam Lukas 15:10, “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

Kita telah hilang tersesat karena meninggalkan jalan-Nya dan telah mati dalam pelanggaran kita. Kita sering tidak menghiraukan peringatan yang diberikan Tuhan, kita lebih memilih mencari kesenangan dan seolah-olah tidak memerlukan-Nya lagi dalam hidup. Kita adalah anak-anak yang seharusnya menerima hukuman. Namun Tuhan justru mencari kita untuk dibawa pulang kembali, sekalipun anak-anak-Nya sering menyakiti hati-Nya. Tuhan ingin agar kita menyadari bahwa keingingan kita tidak lebih baik dibandingkan keinginan-Nya untuk hidup kita dan apa yang kita kejar tidak menjanjikan kekekalan.

Kita sangat beruntung karena mempunyai Bapa yang penuh kasih, yang tidak membalaskan pada kita sesuai dengan perbuatan kita. Ia mengangkat kita dari keterpurukan dan menyambut kita dengan sukacita. Tuhan memberi kita kesempatan untuk menyadari bahwa berdiam dekat dengan-Nya dan menikmati relasi kudus dengan-Nya adalah yang utama. Tangan-Nya selalu terbuka untuk menerima kita kembali, untuk memeluk kita yang pulang dengan penyesalan, menghapus dosa dan pelanggaran kita, dan memakaikan pakaian baru yang bersih di hidup kita. Kita diajak kembali untuk berdiam dalam rumah-Nya dan menjadi bagian dari keluarga kerajaan Allah. Kapan pun saat kita memutuskan kembali pada-Nya dengan penuh penyesalan, Tuhan akan menyambut dengan tangan terbuka. Seperti syair lagu berikut: “Tangan Tuhan akan selalu terbuka bagi semua orang yang membutuhkan uluran tangan-Nya. Percayalah Dia tak akan meninggalkan, datanglah pada-Nya sebab tangan Tuhan selalu terbuka.”

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.

Mazmur 32:5

Bagikan Artikel: