Takut karena Tidak Percaya

Perasaan takut muncul ketika kita tidak mempercayai seseorang atau sesuatu, dan kita menjadi berani ketika kita tahu dan mengenali orang atau sesuatu yang kita percayai. Ketika kita melihat peristiwa Yesus berjalan di atas air, dan memberi Petrus kesempatan untuk dapat melakukan-Nya juga, saat itu kita dapat melihat Petrus melakukannya bukan karena ia sedang mencari tantangan atau membuat orang lain terkesan.

Keberanian Petrus muncul ketika ia mendengar Yesus berkata “Ini Aku.” Ketika kita mengenal, mempercayai dan memiliki hubungan yang intim dengan Allah, kita dapat melakukan seperti apa yang Petrus lakukan. Kita tidak akan takut melakukan apa pun, karena kita tahu dengan benar siapa yang kita kenal dan percayai.

Karena itu jika kita saat ini masih dalam ketakutan dan tidak berani melakukan apa pun itu berarti kita tidak mengenal Allah yang kita sembah. Sebab jika kita mengenal-Nya kita pasti akan mempercayai-Nya dan kita tidak akan mengalami perasaan-perasaan takut lagi. Mari kita mengenal Allah yang kita sembah dengan benar, maka iman kita akan tumbuh lewat pengalaman yang kita lewati bersama-Nya. Sebab Allah juga ingin kita mempercayai-Nya dan mengandalkan-Nya.

“Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus”
Matius 14:27-29

Bagikan Artikel: