Takaran untuk Kita

Pasti dari kita pernah melakukan kebaikan. Entah kebaikan kecil atau besar, tergantung siapa yang melihat kebaikan itu. Saya pernah membantu teman untuk mengerjakan sesuatu. Dengan segala usaha yang saya lakukan untuk membantunya, tanpa sadar saya mulai mengharapkan sesuatu darinya. Mungkin bisa dikatakan sebagai bentuk penghargaan terhadap apa yang telah saya lakukan. Saya berpikir paling tidak membelikan makanan atau snack selama saya membantunya. Ketika hal itu tidak terjadi, saya mulai merasa kecewa dan sedikit menggerutu. Bahkan teman-teman pun ikut memarahi saya kenapa masih mau membantu orang yang demikian.

Setelah mendengar semua komentar mereka, tidak membuat saya berhenti untuk membantunya, justru pikiran saya semakin terbuka untuk tetap membantunya dengan senang hati. Dan yang terjadi selanjutnya, di luar dugaan. Seseorang yang tidak begitu mengenal saya, memberikan saya berkat. Kalau untuk membeli makanan, saya bisa menggunakan untuk sebulan.

Lewat peristiwa itu saya diingatkan bahwa sang pencipta tahu apakah kita menolong dengan tulus atau mengharapkan sesuatu. Jika kita tulus dalam memberi, maka sang pencipta akan membalasnya. Ukuran yang kita pakai saat memberi, akan menjadi takaran bagi sang pencipta untuk membalaskan apa yang sudah kita lakukan. Gunakan takaran yang benar, maka kita akan tercengang-cengang melihat apa yang Tuhan berikan kepada kita.

Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
Matius 6:3

Bagikan Artikel: