Tak Pernah Merancangkan yang Jahat

Manusia seringkali berasumsi bahwa Tuhan memberikan hal yang buruk terhadap manusia. Mereka juga menganggap malapetaka yang dialami berasal dari Tuhan sebagai akibat dari kejahatan manusia itu sendiri. Sebagian besar manusia mengalami tekanan atau goncangan jiwa ketika malapetaka atau persoalan datang dalam hidupnya. Sebab dari pemikiran bahwa hal buruk atau malapetaka itu datang akibat dari kesalahannya sendiri, sehingga reaksi yang muncul adalah menyalahkan diri sendiri, merasa bodoh dan tidak berguna.

Sesungguhnya tidaklah demikian, Allah tidak pernah merancangkan yang jahat, dan Ia tidak pernah berbuat jahat kepada siapapun. Oleh sebab itu, hendaknya kita tidak berprasangka buruk kepada Allah dan menyalahkan diri sendiri ketika hal buruk atau malapetaka itu datang dalam hidup kita. Sebab Allah kita adalah Allah yang baik, Ia selalu merancangkan damai sejahtera dan bukan kecelakaan bagi orang-orang yang mengasihi-Nya. Dan tidak selalu hal buruk atau malapetaka datang akibat kesalahan kita sendiri, kadangkala hal buruk itu terjadi untuk mengajar kita.

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.
Yakobus 1:13

Bagikan Artikel: