Taat Memang Berat, Tapi Penuh Berkat

Taat dan Berkat
Taat dan Berkat

Jatuh di aspal tidak seindah jatuh cinta. Nyawa abang aja gak dijaga, apalagi nyawa adek, lelah adek bang. Mas ojo ngebut, aku isih seneng karo sliramu (Mas jangan ngebut, aku masih sayang dirimu),” adalah beberapa himbauan lucu dari kepolisian untuk para pengendara agar berhati-hati selama di perjalanan dan tetap menaati peraturan. Peraturan dibuat untuk mengatur cara hidup kita dan membatasi tingkah laku kita agar berjalan dengan baik dan aman, yang jika dilanggar akan mendapat sanksi dan hal-hal yang tidak diinginkan. Tanggapan setiap orang berbeda-beda, ada yang menanggapinya serius dengan menaati peraturan yang berlaku dan ada juga yang menganggapnya hanya sebagai lucu-lucuan saja.

Tuhan pun menghimbau kita untuk taat pada aturan-Nya dalam kehidupan kita secara vertikal kepada-Nya dan horizontal kepada sesama. Taat itu berat, karena kenyamanan kita terusik, kita dibuat semakin repot, dan seringkali tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun apakah Tuhan membuat banyak peraturan dengan asal-asalan atau hanya untuk bermain-main? Tentunya tidak. Ada tujuan besar di balik semua itu, yaitu supaya kita sampai tujuan dengan aman dan selamat.

Tuhan dekat pada mereka yang mendekat pada-Nya, mengasihi-Nya, dan menaati firman-Nya. Hidup yang penuh ketaatan adalah hidup yang penuh berkat. Seperti Nuh, karena iman dan ketaatannya mempersiapkan bahtera, mendapat keselamatan dari bencana air bah. Dan Abraham, karena imam dan ketaatannya berangkat, mendapat berkat berlimpah di negeri yang menjadi miliknya. Berkat Tuhan tercurah bagi mereka yang hidupnya seturut dengan kehendak-Nya. Karena itu tetaplah taat, Tuhan akan memberkati kita melimpah di sepanjang perjalanan hingga sampai pada tujuan.

Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.

Amsal 13:13

Bagikan Artikel: