Susahnya Berbuat Baik

Susahnya Berbuat Baik
Susahnya Berbuat Baik

Kemarin beberapa teman saya ingin memberikan beberapa pakaiannya untuk anak-anak yang berada di panti asuhan. Mereka harus pulang ke rumahnya dahulu (karena mereka kos di kota lain) dan memasukkannya ke dalam kardus. Kemudian kembali ke tempat kos dengan membawa kardus-kardus itu seorang diri. Salah seorang teman saya kemudian mengeluh, “Kenapa sih mau berbuat baik saja harus bersusah-susah seperti ini?”

Berbuat baik memang tidak semudah perkataan. Berbuat baik juga diperlukan pengorbanan. Sama seperti Tuhan Yesus yang memiliki kebaikan untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa, Ia harus melewati siksaan yang berat. Adakah di antara kita yang rela menyerahkan tubuhnya untuk kemudian rela mati untuk sesamanya?

Terkadang saat kita telah melakukan pengorbanan untuk sesama, masih ada beberapa orang yang mencemooh kita. Apa yang sudah kita lakukan seakan tidak ada harganya di mata mereka. Hendaknya perkataan negatif orang lain tidak menjadi halangan bagi kita untuk berbuat baik, sepert Tuhan Yesus yang meskipun dihina banyak orang tidak menghalangi diri-Nya untuk mengasihi kita.

“Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari hadapan-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Matius 26:39

Bagikan Artikel: