Standar untuk Menilai Diri

Apa yang kita jadikan tolak ukur dalam menilai diri kita? Ada banyak orang menilai sesamanya dari kesuksesannya dalam menjalani kehidupan. Standar yang benar, penting untuk menjaga stabilitas hidup kita. Karena tanpa standar yang benar, kita akan mengukur diri dengan menggunakan standar manusia. Biasanya standar manusia adalah hal-hal yang menyangkut angka, nama, kepribadian, karisma dan sejenisnya. Dan itu salah! Standar yang salah akan menimbulkan ambisi, keegoisan, persaingan yang tidak sehat, rasa bersalah, frustasi, depresi, perasaan gagal, takut gagal yang berujung pada penarikan diri dan rendah diri. Standar yang harus kita gunakan adalah standar Alkitab. Standar Yesus, bukan standar manusia. Jadi standar diri yang kita ingin capai adalah menjadi sama seperti Yesus, standar keilahian.

Memiliki dan menggunakan standar yang benar untuk kesuksesan itu penting guna menghasilkan pertumbuhan, kedewasaan rohani dan menjadi seorang pemimpin yang sukses. Namun, jangan gunakan standar yang digunakan oleh manusia. Sebab Allah tidak pernah menilai kesuksesan dari hal-hal yang dapat dinilai dengan materi. Allah melihat kesetiaan kita terhadap anugerah-Nya. Kesetiaan kita dalam menggunakan kesempatan, kemampuan dan pelayanan yang Ia berikan kepada kita, untukĀ  memenuhi rencana-Nya di dunia ini. Kita adalah representasi Allah, wakil Allah di dunia ini, karena itu kita harus memiliki karakter Allah dalam hidup kita.

Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!
2 Korintus 10:12

Bagikan Artikel: