Spiritual Dizzy

Mungkin salah satu di antara kita ada yang pernah mendengar kata Dizzy. Jika kita melihat dalam kamus inggris-indonesia, kata dizzy diartikan sebagai pusing, bingung. Tetapi kata pusing di sini bukan berarti sakit kepala melainkan perasaan berputar-putar. Kata dizzy ini biasa digunakan untuk menggambarkan orang yang sedang minum bir (mabuk) atau ketika kita melihat ke bawah pada waktu kita berada di tempat yang sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan kata dizzy berarti kita kehilangan orientasi atau pegangan. Saat ini banyak orang percaya mengalami spiritual dizzy. Spiritual dizzy ini sangat berbahaya dan sulit untuk dikenali, seringkali hal-hal yang mulia, berkat-berkat Tuhan yang diberikan kepada kita dapat membuat kita dizzy. Banyak orang karena sibuk melayani akhirnya keluarganya berantakan, ada yang usahanya sangat maju dan diberkati Tuhan, namun pada akhirnya ia tidak memiliki waktu lagi untuk mencari Tuhan, ada yang begitu sangat mengasihi keluarga namun ketika Tuhan mengambil keluarganya ia seperti kehilangan hidupnya. Itulah sebabnya ada berkata “ketinggian selalu mempunyai cara untuk menggoyahkan kita”.

Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita bisa saja mengalami spiritual dizzy ini. Mungkin ada yang terjun ke dunia pelayanan, hal tersebut sangat bagus tapi jangan lupa untuk memperhatikan keluarga, mungkin kita sedang merintis usaha dan akhirnya diberkati Tuhan dengan luar biasa, karena kesibukan agar melupakan Tuhan. Ingatlah bahwa hal-hal yang baik dan mulai akan jadi berbahaya jika kita tidak memiliki hikmat untuk melakukan segala sesuatu. Mintalah hikmat Tuhan sehingga kita mampu bertindak dan mengambil keputusan yang benar tentang hal-hal yang baik agar tidak menjadi senjata yang nantinya akan menghancurkan diri kita.

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah, Hendaklah ia memintanya dengan iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
Yakobus 1:5a, 6

Bagikan Artikel: