Sisihkan bukan Sisakan

Sisihkan bukan Sisakan
Sisihkan bukan Sisakan

Biasanya setelah kita mendapatkan uang, mungkin dari pemberian atau sebuah gaji, maka kita akan mulai membuat daftar kebutuhan yang akan kita beli. Kita begitu jeli terhadap barang-barang apa saja akan kita beli. Belum lagi ketika harus membayar cicilan atau tunggakan yang lainnya. Apakah cukup?

Ketika kita dapati uang yang tersisa semakin menipis, maka kita mulai berkompromi dengan Tuhan. Kita pun menjadi berpikir untuk memberikan uang itu kepada Tuhan. Apakah itu sudah benar? Mengapa kita menjadi takut untuk memberi kepada Tuhan?

Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk tersebut, di mana setiap pendapatakn yang kita terima, kita harus bisa menyisihkan terlebih dahulu untuk Tuhan dan sisanya baru kita pergunakan untuk kehidupan sehari-hari. Jangan pernah takut untuk melakukan hal yang benar di mata Tuhan.

Siapa yang mengizinkan kita hidup? Siapa yang mengizinkan kita mendapatkan pekerjaan? Siapa juga yang memberikati kita sehingga hidup kita berkecukupan? Semua itu adalah atas seizin Tuhan, oleh sebab itu jangan pernah mengambil apa yang sudah menjadi hak Tuhan.

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan  berkat  kepadamu sampai berkelimpahan.

Maleakhi 3:10

Bagikan Artikel: