Sibuk Menilai Orang Lain

Seorang kakek tinggal seorang diri di rumahnya. Hidupnya kini penuh dengan penyesalan dan mencoba untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu. Pada masa mudanya, kakek begitu sibuk menilai orang lain. Kakek sering mencari-cari kesalahan dan menghakimi teman-temannya sehingga ia tidak memiliki waktu untuk mengasihi. Dan di masa tuanya, tak seorangpun mau mengasihinya.

Janganlah kita pergunakan kesempatan hidup untuk selalu menilai dan menghakimi orang lain. Jangan lewatkan masa-masa untuk mengasihi, jangan lalui hari tanpa memberkati. Bukan bagian kita untuk menghukum orang lain. Buat Tuhan semakin berhutang dengan segala kebaikan yang kita lakukan dengan tulus. Buat Tuhan semakin mengasihi kita.

Bagikan Artikel: