Sepotong Apel untuk Adik

Sepotong Apel untuk Adik
Sepotong Apel untuk Adik

Ada seorang anak laki-laki yang membantu membersihkan kebun apel. Karena hasil kerjanya yang sangat bagus, pemilik kebun itu mengajakknya untuk menikmati apel secara bersama-sama. Anak laki-laki itu mengambil sepotong apel dan membungkusnya dengan selembar tissu.

Pemilik kebun pun terheran lalu bertanya, “Mengapa kau membungkus potongan apel itu? Apa kau tidak menyukainya?”

“O, tidak tuan. Saya sangat menyukai apel ini, rasanya manis, namun saya juga ingin adik saya yang berada di rumah turut menyicipi apel ini.”

Karena kasihnya yang besar terhadap adiknya itu, pemilik kebun memberikan 10 buah apel untuk dibawanya pulang. Rupanya saat ia mengingat adiknya dan mau mengatakannya dengan jujur, ada keajaiban yang tak terpikirkan yang diterimanya.

Lalu apakah kita sudah mengingat keluarga kita? Sudahkah kita memperhatikan kesusahannya? Dan apakah yang sudah kita perbuat untuk mereka? Apakah kita hanya bisa memberikan nasihat tanpa melakukan sebuah aksi nyata? Atau kita hanya mengingatnya sebentar lalu melupakannya?

Berilah apa yang bisa kita beri. Lakukan yang terbaik dan yang berguna untuk bisa meringankan beban mereka. Milikilah hati yang selalu mengasihi agar pintu surga selalu terbuka untuk kita di mana berkat-berkat Tuhan tidak berhenti tercurah dalam kehidupan kita.

supaya aku melihat kebaikan pada orang-orang pilihan-Mu, supaya aku bersukacita dalam sukacita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama-sama milik-Mu sendiri.

Mazmur 106:5

Bagikan Artikel: