Seperti Pohon Aras

Seperti Pohon Aras
Seperti Pohon Aras

Dalam Mazmur 92:12 dinyatakan, “Orang benar akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon”, mungkin akan timbul pertanyaan di benak kita mengapa disebut Tuhan bahwa orang benar akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon. Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa harus pohon aras, bukankah banyak pohon di muka bumi ini yang dapat menggambarkan kesuburan di dalamnya? Faktanya, berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa karakteristik dari pohon aras di mana di dalam Firman Tuhan karakteristik dari pohon aras inilah yang Tuhan rindukan untuk dimiliki oleh semua anak-anak-Nya tanpa terkecuali. Adapun karakteristik pohon aras adalah sebagai berikut:

  1. Pohon Paling Berharga dan Megah
    Ketika kita menjadi orang-orang yang benar yaitu orang-orang yang hidup oleh iman yang berarti orang-orang yang hidup menurut perintah Tuhan (Roma 1.17b), maka kita akan menjadi harta yang paling berharga bagi Tuhan dan kita akan menjadi sesuatu yang megah karena kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam hidup kita.
  2. Tinggi Pohon Sekitar 21–24 Meter
    Tinggi pohon aras yang di atas rata-rata tinggi pohon pada umumnya menggambarkan kerinduan untuk terus lebih dekat kepada Yang Maha Tinggi yaitu Tuhan. Tidak puas dengan pengenalan yang seadanya namun terus dan terus bertumbuh mendekat kepada Sang Pencipta. Atau dapat disimpulkan bahwa orang benar menurut Tuhan tidak akan kerdil pertumbuhan imannya tetapi terus bertambah tinggi dalam pengenalan akan Tuhan.
  3. Dahan-dahannya Panjang Menjulur ke Samping (dahan dari satu pohon aras panjangnya sekitar 33,8 meter dari ujung ke ujung)
    Dahan-dahannya yang panjang menjulur ke samping dapat menggambarkan kehidupan yang memberi dampak bagi sesama, menjangkau orang-orang di sekitar kita dan karena dahan-dahannya yang panjang tersebut maka pohon aras sering dijadikan tempat berteduh artinya berarti bagi orang lain, kita anak-anak Tuhan untuk dapat menjadi jawaban atas kebutuhan orang-orang di sekitar kita. Hal ini juga dapat digambarkan bagaimana kehidupan orang-orang benar menjadi garam dan terang di tengah-tengah lingkungan (Matius  5:13-16)
  4. Keliling Batas Aras Sekitar 9–12 Meter
    Pohon aras memiliki keliling batas yaitu 9–12 meter, menunjukkan bahwa pohon aras termasuk ke dalam pohon besar yang memiliki diameter besar yaitu antara 4,5–6 meter dengan diameter yang besar maka ketahanan dan kekuatan pohon lebih besar dalam menghadapi angin dan badai yang bertiup, sehingga pohon aras termasuk pohon yang tidak mudah patah/tumbang tetapi tetap kokoh berdiri di tengah badai. Demikian juga dengan anak-anak Tuhan, Tuhan mengharapkan agar anak-anak-Nya menjadi orang-orang yang kuat dan tidak mudah patah semangat dalam menghadapi badai kehidupan, namun tetap berdiri tegak karena memahami bahwa Tuhan menyertai dan senantiasa akan memberikan kemenangan.
  5. Umur Ratusan Tahun dan Terus Tumbuh
    Umur pohon aras yang mencapai ratusan tahun menggambarkan kesetiaan karena disebutkan bahwa kesetiaan akan teruji oleh waktu dan keadaan dan terus bertumbuh. Jika pohon aras memiliki umur yang panjang dengan kata lain kesetiaan yang luar biasa selama masa hidupnya. Maka demikian juga dengan anak-anak Tuhan yang disebut orang benar maka akan memiliki kesetiaan selama puluhan bahkan ratusan tahun seperti Firman Tuhan yang dinyatakan dalam Amsal 3:33, “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.” Dan yang paling penting adalah di dalam kesetiaan kepada Tuhan kita juga harus bertumbuh di masa-masa umur hidup yang diangerahkan Tuhan kepada kita.
  6. Kayunya Bebas dari Mata Kayu (Tahan Rayap)
    Keberadaan mata kayu pada sebuah kayu akan menyebabkan kayu tersebut memiliki celah untuk air masuk dan atau udara masuk untuk membuat lubang sehingga berpotensi menyebabkan kayu tersebut mudah dimasuki rayap dan selanjutnya dimakan rayap. Kayu pohon aras disebutkan bebas dari mata kayu maka dengan otomatis rayap tidak akan mampu masuk ke dalamnya. Rayap di sini dapat menggambarkan dosa yang menggerogoti dan pada akhirnya menghancurkan kehidupan manusia. Melalui ilustrasi kayu pohon aras yang bebas dari mata kayu, maka Tuhan rindu untuk anak-anak-Nya tidak membuka celah sedikitpun terhadap dosa sehingga kita tetap kuat dan tahan terhadap dosa. Seperti dinyatakan dalam Firman Tuhan dalam 1 Petrus 5:8, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”
  7. Getah yang Wangi Menetes dari Batang dan Buahnya (Kidung Agung 4:11)
    Getah wangi yang dikeluarkan oleh pohon aras di Libanon tercium dengan sangat hebatnya sampai-sampai memberi wangi di area  Gunung Libanon (Kidung Agung 4:11c,… dan bau pakaianmu seperti bau Gunung Libanon). Kehidupan orang-orang benar digambarkan seperti getah wangi yang dikeluarkan oleh batang dan buah pohon aras, sehingga seharusnya kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan memberikan “wangi” bagi Tuhan dan sesama bukan sebaliknya.
  8. Kayunya yang Pahit Menolak Serangga dan Melawan Kebusukan
    Serangga dalam Alkitab sering diibaratkan sebagai binatang yang merugikan dan bersifat merusak. Pohon aras memiliki kayu yang pahit untuk menolak serangga sehingga kayunya tidak mudah busuk dan rusak. Selain itu kayu pohon aras yang pahit membuatnya mampu melawan kebusukan. Demikian juga dengan anak-anak Tuhan, kehidupan yang menolak hal-hal yang bersifat merusak dan melawan kebusukan (kejahatan) seharusnya menjadi nilai-nilai yang dimiliki oleh anak-anak Tuhan.

Ketika kita ditebus, kita menjadi milik Kristus dan sudah seharusnya sebagai milik Kristus kita hidup sebagai orang benar seperti yang dirindukan Tuhan selalu dalam kehidupan kita.

Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon

Mazmur 92:12

Bagikan Artikel: