Seperih Apapun Pergumulan, Kita akan Melewatinya

Jack saat itu sedang mengikuti perlombaan lari. Jack yang masih berusia lima tahun itu terjatuh dan lututnya terluka. Ia ingin menangis, namun ia tahu bawa perlombaan harus ia selesaikan. Lalu Jack menatap ibunya yang tak henti memberinya semangat. Dengan lutut yang terasa perih, Jack mencoba bangkit untuk berlari. Walau ia mencapai garis finish di urutan terakhir, namun tepuk tangan untuk Jack-lah yang paling keras.

Mungkin saat ini kita sedang terjatuh dan batin kita terluka. Kita ingin menangis serta menghentikan impian kita. Namun saat kita mengandalkan Tuhan, sebesar apapun persoalan kita, pasti bisa dihadapi. Dan seperih-perihnya pergumulan kita, pasti bisa terlewati.

Tuhan yang akan membuat kita kuat. Dia pula yang senantiasa membalut luka-luka kita. Perjalanan hidup memang tidak selalu indah, tapi dengan ucapan syukur, semua akan terasa begitu ringan dan menyenangkan. Yesus akan selalu memberi sukacita dalam hati kita.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Mazmur 23:4

Bagikan Artikel: