Semangat

Seorang murid dapat dimaafkan jika ia tidak memiliki kemampuan yang besar. Seorang murid juga dapat dimaafkan jika ia tidak memiliki kecakapan. Tetapi tidak ada murid yang dapat dimaafkan jika ia tidak memiliki semangat. Jika hatinya tidak terbakar dengan semangat untuk Tuhan, ia akan menyalahkan Tuhan dan dirinya. Yesus sebagai guru telah memberikan sebuah teladan semangat yang luar biasa, ia memiliki hati yang menyala-nyala kepada Bapa dan kehendak-Nya. Karena itu tidak ada ruang di hati-Nya untuk pengikut yang setengah hati. Kita juga dapat melihat contoh lain dari seorang rasul yang memiliki semangat yang luar biasa, yaitu Rasul Paulus. Ia adalah seorang yang tidak memiliki keinginan duniawi, tidak peduli dengan hidup ini dan tidak takut akan kematian. Seseorang yang melakukan sesuatu hanya untuk kemuliaan Tuhan. seseorang yang dianiaya karena nama Yesus. Walaupun diancam dengan hukuman mati, ia tetap menceritakan tentang Yesus Kristus. tidak yang dapat menghentikan pemberitaannya kecuali kematian, ia berbicara, berdoa, bersaksi dan memohon pengampunan bagi orang-orang yang kejam yang telah menganiayanya.

Lalu bagaimana dengan kita, adakah kita telah melakukan setengah dari apa yang dilakukan oleh Yesus atau Rasul Paulus? Kita adalah murid, sama seperti Paulus seharusnya semangat yang dimiliki Paulus pun ada di dalam diri kita. Ingatlah bahwa Yesus tidak berkenan kepada orang yang setengah hati untuk menjadi pengikut-Nya. Ia mau kita memiliki semangat yang membara dan hidup untuk terus mempertahankan iman dengan tidak takut dan gentar terhadap apapun. Milikilah semangat juang, agar kita dapat bertahan di tengah-tengah dunia yang terus menerus menarik kita untuk patah semangat dalam mempertahankan iman kita. Ingatlah bahwa orang yang bersemangat adalah seorang yang unggul dalam satu hal. Ia hanya melihat satu hal dan hidup untuk satu hal yaitu memuliakan Tuhan. Bagaimana pun keadaannya ia akan tetap hidup untuk Tuhan. Ia akan memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Tetaplah semangat!

Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang bekerja
Yohanes 9:4

Bagikan Artikel: