Selalu Ada Akhir yang Baik dari Sebuah Kesulitan

Teman saya memiliki masa kecil yang kurang menyenangkan. Ia hampir tidak bisa merasakan kebahagiaan. Hari-harinya diisi dengan air mata. Pada waktu itu ia tidak bisa melakukan apa-apa selain harus menjalani kehidupannya yang sengsara.

Dia akhirnya memiliki akar pahit. Dia tidak bisa mengampuni keluarganya. Setiap kali bertatap muka, yang ia rasakan adalah kebencian. Dan saat ia mengenal Tuhan, hatinya mulai dilembutkan. Perlahan ia mulai bisa mengampuni. Pintu berkat pun terbuka baginya. Sebelumnya ia hampir tak pernah memegang uang, sampai akhirnya ia mendapatkan pekerjaan yang layak. Kini ia bisa berbagi dengan keluarga yang dulu sangat membencinya.

Selalu ada akhir yang baik dari sebuah kesulitan. Selalu ada berkat di balik hati yang mau mengasihi. Menyimpan kepahitan hanya akan membuat hidup kita menderita. Namun dengan mengampuni, Tuhan pun akan mengubahkan kehidupan kita. Di dalam pengampunan, hubungan dengan keluarga akan dipulihkan. Di dalam pengampunan ada mujizat.

Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

1 Yohanes 3:18

Bagikan Artikel: