Sebuah Permainan

Sebuah Permainan
Sebuah Permainan

Mac senang sekali bermain game. Dalam sehari ia bisa menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk duduk di depan televisi dan memainkan permainan kesukaannya. Jika ibunya melarang bermain di rumah, maka ia akan pergi ke warnet dan tak peduli berapa uang yang telah ia keluarga untuk menyewa game kesukaannya.

“Rupanya kau senang sekali bermain game ini?” tanya seorang petugas warnet.

“Tentu saja, di game ini aku bisa mulai mengerjakan sesuatu dan mendapatkan banyak koin. Aku akan menjadi kaya di antara pemain game lainnya,” ujar Mac.

“Kau memang akan kaya dalam sebuah permainan tapi kau tak akan pernah bisa kaya dalam kehidupan yang sebenarnya,” sahut penjaga warnet.

Ya, Mac memang suka menghabiskan waktunya untuk mengejar hal yang sia-sia yaitu yang tak pernah bisa ia pergunakan untuk memperbaiki hidupnya. Mac hanya berani terjun dalam dunia maya tanpa harus bertanding dengan rintangan hidup yang sesungguhnya.

Kehidupan seseorang akan berubah ketika mereka berani untuk keluar dari zona nyaman. Untuk bisa berhasil maka kita harus melakukan sebuah usaha. Mungkin kita akan bertemu dengan hal-hal yang menyakitkan namun dari sanalah kita akan belajar banyak hal.

Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Amsal 6:9-11

Bagikan Artikel: