Sebuah Penghianatan

Sebuah Penghianatan
Sebuah Penghianatan

Seorang anak kecil sedang bermain bola di halaman rumahnya. Suatu kali anak itu menandang bolanya dengan sangat keras. Bola itu melayang dengan arah yang tak menentu hingga mengenai kaca rumah. Seketika itu juga kaca pada rumahnya menjadi pecah.

Anak itu mencoba untuk menyusun dan melekatkan kembali pecahan kaca itu, namun tetap saja terlihat retakan pada beberapa bagian. Kaca rumah itu tidaklah menjadi sama seperti sebelumnya. Kacanya sudah berbeda dan harus diganti dengan yang baru jika ingin terlihat baik.

Begitu juga dengan sebuah hati. Hati itu ibarat sebuah kaca yang harus dijaga. Sebab jika hati tersebut telah hancur karena sebuah penghianatan, maka akan meninggalkan bekas luka yang tidak mampu dipulihkan seperti sedia kala.

Mungkin kita sudah menerima pengampunan dan bahkan mampu untuk mengampuni, namun penghianatan yang dilakukan oleh seseorang telah mengubahkan pandangan kita terhadap dirinya. Oleh sebab itu jangan melukai perasaan orang lain, sama seperti Tuhan yang tidak pernah melukai dan mengecewakan kita sebab Dia setia.

Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Maleakhi 2:16

Bagikan Artikel: