Sebuah Pengakuan

Sebuah Pengakuan
Sebuah Pengakuan

Setiap orang pasti memerlukan sebuah pengakuan. Bagaimana rasanya jika suatu hari kita tidak diakui oleh teman, saudara, bahkan orang tua kita? Hal ini bukanlah sesuatu yang kita harapkan. Bisa jadi kita akan sedih dan mungkin juga kita berbalik tidak mengakui mereka. Begitu juga dengan Yesus Kristus, Tuhan kita, Dia mau hubungan kita dengan-Nya diakui. Ini bukanlah perkara kita mengakui dalam pengakuan iman di gereja, namun ini juga mencakup seluruh kehidupan kita.

Pengakuan dapat berupa lisan. Ini berlaku dalam kesaksian dan bila seseorang mempertanyakan iman kita. Apakah kita takut mengakuinya? Atau malu mengakuinya? Pengakuan juga dapat berupa perbuatan. Sampai sejauh mana kita mengakui Yesus dalam kehidupan dan permasalahan kita? Bila kita mengakui Yesus sebagai sumber kehidupan kita, maka bila ada masalah menghadang, kita akan memandang Yesus dengan iman dan mengakui bahwa hanya Yesuslah jalan keluar yang terbaik. Dalam kehidupan, kita tidak bisa menjadi takut atau malu untuk memperlihatkan kehidupan kita sebagai anak Allah. Mari kita menjaga hubungan terhadap Tuhan dengan tetap mengakui-Nya dalam perkataan, juga perbuatan.

Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.

Matius 10:32

Bagikan Artikel: