Seberapa Percaya?

Seberapa Percaya?
Seberapa Percaya?

Pada saat belajar bersepeda, seorang anak kecil meminta kepada ayahnya untuk selalu memegangi sepedanya. Setiap kali mengayuh, anak itu menoleh kepada ayahnya karena takut terjatuh. Begitulah yang terjadi selama beberapa hari sehingga anak tersebut belum mampu mengendarai sepedanya sendiri.

Sering kali kita berdoa agar Tuhan selalu menyertai setiap langkah kita. Tuhan selalu menepati janji-Nya di mana Dia akan selalu setia dan menyertai kita. Namun kita berulang kali meragukan janji-Nya itu. Rasa takut membuat kita gagal mencapai tujuan dan membuat kita berhenti di posisi yang sama.

Sekalipun kita jatuh ke dalam dosa, Tuhan itu selalu setia. Ketika kita mengalami berbagai macam pencobaan, tangan-Nya selalu siap menolong kita. Hanya saja, kita yang berlari menjauh dan meninggalkan Tuhan. Sia-sialah orang yang hidup dengan kekuatannya sendiri dan berjalan sesuai dengan kehendaknya sendiri.

Apa yang membuat kita ragu kepada-Nya? Bukankah perlindungan dan penyertaan Tuhan selalu nyata dan bisa kita rasakan sampai dengan hari ini? Sampai kapan kita meragukan kasih dan kesetiaan-Nya?

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan seorang Penolong yang lain, supanya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

Yohanes 14:16

Bagikan Artikel: