Saya akan Melakukannya Nanti!

Menunda
Menunda

Penundaan (procrastination) berasal dari bahasa Latin, yang artinya tentang hari esok, namun menurut definisi Don Marquis penundaan adalah seni mengejar hari kemarin. Aspek yang paling menyedihkan dari penundaan adalah “kesempatan yang terbuang sia-sia.”

Seringkali kita melakukan penundaan dalam melakukan sesuatu atau beberapa hal karena kita malas, tidak mengganggap penting sesuatu yang kita tunda untuk melakukan, padahal penundaan bisa berdampak fatal seperti yang terjadi dari kisah nyata yang terjadi pada Perang Kemerdekaan Amerika Serikat.

Pada perang kemerdekaan Amerika Serikat, ketika pasukan Hessian sedang berkemah di Trenton, Komandan mereka Kolonel Rahr, sedang sibuk bermain kartu dan memusatkan perhatian pada kesenangan mereka ketika tiba-tiba ada seorang datang dan menyerahkan sebuah surat kepadanya. Tanpa ia ketahui pesan dari surat itu bisa menyelamatkan hidupnya! Tetapi ia hanya menaruhnya dalam sakunya untuk dibaca nanti dan meneruskan permainan. Pesan yang dikirim oleh simpatisan Inggris berisi surat perjanjian yang menyatakan bahwa George Washington sedang menyeberangi Sungai Delaware. Daripada langsung membaca surat itu, Sang Kolonel menunggu sampai permainan selesai. Namun semua sudah terlambat untuk mempersiapkan pasukannya. Kolonel Rahr terbunuh dan pasukannya ditahan. Permainan hidup sudah berlalu dan ia telah kalah. Penundaan bisa memiliki kosekuensi yang besar.

Sikap suka menunda ternyata menurut penilitian merupakan salah satu bentuk sikap dari malas, dan  Tuhan tidak menginginkan anak-anak-Nya malas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan mau setiap anak-anak-Nya menjadi anak yang rajin dan cekatan dalam kehidupan.

Dari  kisah nyata di atas, apa yang sebaikanya harus kita lakukan sebagai anak-anak Tuhan dalam mengatasi kebiasaaan suka menunda-nunda? Berikut beberapa hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kebiasaan menunda:

  • Tentukan Prioritas dan Tujuan: Buat tujuan paling kritikal dengan waktu yang paling mendesak untuk diselesaikan.
  • Buat Deadline: Dalam membuat perencanaan, tentukan deadline agar kita tahu kapan rencana kerja yang dibuat harus selesai, karena tujuan tanpa deadline yang jelas sama degan sia-sia. (Penulis buku : Find your courage & stop playing Safe “Marge Warrel”).
  • Jauhi Gangguan: Pada saat mengerjakan suatu pekerjaan, fokuskan pikiran. Jauhi semua gangguan yang dapat memecah konsentrasi.
  • Paksa Diri: Beri motivasi kepada diri sendiri untuk memaksa diri memulainya. Dimulai dari tugas yang paling mudah dan tahap demi tahap.
  • Merencanakan untuk Hari Ini: Memikirkan apa yang ingin kita penuhi sepenutup hari ini.

Membagi dan Menaklukkan: Dengan membagi hal-hal yang rumit menjadi bagian-bagian yang sederhana akan membuat kita lebih mudah dalam mengerjakan pekerjaan sehingga kita tidak malas dan tidak melakukan penundaan atau secara sederhana kita bisa menyebutnya dengan “KISS: Keep It Simple Sweety”. Mari kita hidup sebagai anak-anak Tuhan yang rajin dengan menghilangkan kebiasaan suka menunda-nunda melakukan pekerjaan sehingga kita bisa menjadi orang-orang produktif dan berdampak bagi lingkungan-lingkungan sekitar kita serta mempermuliakan nama Tuhan.

Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaanya sudah menjadi saudara dari si perusak.

Amsal 18 : 9

Bagikan Artikel: