Sahabat Allah

Status selanjutnya yang dikenakan kepada kita warga negara Kerajaan Allah adalah sahabat Allah. Jika berbicara mengenai sahabat, maka kita akan berpikir kepada seseorang memiliki hubungan yang dekat dengan kita, karib dan akrab. Panggilan sahabat Allah diberikan kepada setiap kita ketika melakukan segala perintah dan kehendak-Nya. Seseorang dapat dikatakan sebagai sahabat yang baik jika mampu menunjukkan dan menaruh kasih setiap saat dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran, selalu bersama-sama dalam segala situasi baik suka maupun duka, selalu mengasihinya meskipun terkadang berbuat salah artinya tetap mengasihinya namun membenci dosanya, selalu memberikan semangat, rela berkorban dan saling terbuka atau berbagi apa pun kepada sahabatnya.

Sebagai sahabat Allah, apakah kita telah melakukan segala perintah dan kehendak-Nya? Sebab hanya orang-orang yang melakukannya perintah dan kehendak-Nyalah yang layak disebut sebagai sahabat Allah. Salah satu tokoh yang disebut sahabat Allah adalah Abraham, tokoh Alkitab yang dikenal sebagai seseorang yang taat dalam melakukan kehendak Allah. Karenanya apapun yang akan dilakukan Allah diberitahukan kepada Abraham. Saat ini mari selidiki hidup kita, apakah kita layak disebut sebagai sahabat Allah, seberapa taat kita melakukan perintah dan kehendak Allah dalam hidup kita? Jika kita belum layak disebut sebagai sahabat Allah, mari mulai hari ini sungguh-sungguh hidup untuk menjadi sahabat Allah.

kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
Yohanes 15:14

Bagikan Artikel: