Saat Hatiku Bagai Tanah Kering

Bila kita memperhatikan tanah yang kering, permukaan tanah kebanyakan akan retak dan tanahnya tidak gembur. Tanah yang seperti itu akan sulit menghasilkan buah. Bibit terbaik yang ditanam pun kemungkinan besar akan gagal tumbuh.

Sia-sialah petani yang memiliki banyak bibit unggul namun tidak menggemburkan tanahnya. Semua bibit itu tidak akan tumbuh dengan baik. Tanahnya haruslah diairi dan dibajak berkali-kali. Tidak perlu menunggu musim hujan untuk mendapatkan air, petani bisa mengalirkan air dari sungai.

Sia-sialah segala kebaikan yang Tuhan beri jika kita memiliki hati yang keras dan kering. Firman yang kita dengar tidak akan bisa bertumbuh dan menjadi buah dalam kehidupan kita. Potensi-potensi yang Tuhan karuniakan pun tidak akan berkembang.

Jangan keraskan hati kita. Mari belajar untuk menerima nasihat. Hati yang keras harus dihancurkan dan perbanyaklah waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Izinkan Roh Tuhan berkarya dalam kehidupan kita. Dan apa yang Tuhan perintahkan, lakukanlah dengan sukacita. Akan selalu ada upah yang baik untuk setiap hati yang taat.

Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.

Amsal 13:13

Bagikan Artikel: