Rendah Hati Mendahului Kehormatan

Rendah Hati
Rendah Hati

Dunia sering menuntut standar yang tinggi dalam hal penampilan, gaya hidup, dan pekerjaan. Namun kebanggaan akan kehebatan itu seringkali memaksa kita melanggar batas yang ditetapkan Allah, kita menjadi ingin dipuji dan dihormati secara berlebihan. Jika kita perhatikan konsep ini sangat berbeda dengan yang diajarkan Yesus, “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Lukas 14:11).” Tidak mudah untuk tetap rendah hati, karena terkadang ada keinginan untuk dipandang lebih dari yang lain, namun kita harus menjatuhkan pilihan antara ditinggikan manusia atau ditinggikan Allah.

Motivasi yang salah untuk semua hal yang ingin kita dapatkan akan menjauhkan kita dari citra Allah yang benar. Allah tidak menginginkan kita hidup dalam keangkuhan, prioritas kita harus tetap dan tidak berubah yaitu mengutamakan Allah dalam segala sesuatu. Sehingga apapun yang datang ke dalam hidup kita, semuanya untuk memuliakan Allah. Berani mengakui kesalahan dan kelemahan, menyingkirkan gengsi dan keangkuhan, dan bersedia diajar adalah beberapa bentuk kerendahan hati yang perlu kita miliki.

Seperti padi yang semakin berisi akan semakin merunduk, hidup kita pun saat semakin diberkati harus semakin merendah. Karena Allah turut bekerja dalam segala pencapaian dan kesuksesan kita. Akan lebih beruntung bagi kita jika ditinggikan Allah daripada ditinggikan manusia. Apa yang diangkat Allah akan jauh lebih berharga dibanding dengan yang dibanggakan manusia. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 149:4, “Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.” Tinggikanlah Allah dalam segala hal, maka Ia akan mengangkat kita dalam kehormatan.

Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

Amsal 18:12

Bagikan Artikel: