Rencana Tuhan

Rencana Tuhan
Rencana Tuhan

Tukang periuk mempunyai hak yang penuh untuk membentuk bejana. Dia membentuk bejana sedemikian rupa sehingga sesuai dengan keinginan dan tujuannya. Sadarkah kita bahwa kita adalah bejana yang dimaksud dan Allah adalah tukang periuk yang sedang membentuk kita?

Namun ada saatnya, bahkan mungkin sering kali, kita sebagai bejana ingin mengambil alih hak Allah yang sedang membentuk kita. Kita membentuk diri kita sendiri tanpa mengerti kehendak Allah dalam hidup kita.  Kita tidak menyadari bahwa Allah mempunyai tujuan masing–masing untuk kehidupan kita.

Bila kita tetap membentuk sendiri, maka kita sebagai bejana boleh jadi bukan bejana untuk kemuliaan Allah, tetapi untuk kemuliaan kita sendiri sesuai dengan keinginan dan tujuan kita sendiri. Dan rencana Allah akan gagal dalam kehidupan kita. Keputusan ada ditangan kita. Maukah kita dibentuk oleh Allah sesuai dengan keinginan dan tujuan-Nya? Kalau kita mau dibentuk Allah, maka rencana Allah akan berjalan dalam kehidupan kita.

Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

Roma 9:21

Bagikan Artikel: